Anti Rayap

Pelanggan anti rayap kami banyak sekali yang bertanya mengenai bagaimana siklus hidup rayap itu terjadi, jenis-jenisnya, kastanya, dan perilaku rayap.  Dari sekian banyak pelaku jasa pembasmi rayap dan anti rayap yang bekerja hanya berdasarkan pengalaman sewaktu mengatasi rayap.  Tetapi minim sekali operator pest control di lapangan yang dibekali dengan pengetahuan yang jelas mengenai bagaimana rayap itu sendiri.  Terutama tenaga-tenaga pest control yang tidak profesional di bidangnya.

Alangkah baiknya apabila para operator pest control di bidang jasa anti rayap ini juga dibekali ilmu mengenai rayap.  Sehingga para konsumen lebih paham tentang rayap dan sekaligus mengedukasinya.  Rayap tuntas dan konsumen pun lega karena dapat ilmunya.  Untuk itu, kami coba menghadirkan pengetahuan sekilas mengenai rayap, siklus hidup, jenis dan penyebarannya, serta perilaku rayap itu sendiri.

Kami kutip dari sumber pustaka yang berjudul “Mencegah dan Membasmi Rayap Secara Ramah Lingkungan dan kimiawi” oleh Kurnia Wiji Prasetiyo, S.hut dan Dr.Sulaeman Yusuf, M.Agr, tahun 2005, Penerbit PT. AgroMedia Pustaka, yang isinya sebagai berikut :

A. SEKILAS MENGENAI SERANGGA

Sebelum manusia ada, serangga terlebih dahulu diciptakan.  Tercatat lebih dari 50% fauna yang ada di bumi adalah serangga, baik yang hidup di darat, air, dan udara.   Dari sekian banyak jenis serangga telah memberikan manfaat bagi manusia.  Tetapi tidak sedikit yang merugikan bagi manusia seperti rayap.  Rayap telah banyak merugikan manusia misal merusak bangunan, tanaman, rumah, arsip, dan dokumen lainnya.

Saat ini rayap termasuk serangga perusak yang sangat meresahkan.  Karena tingkat serangannya sangat cepat, ganas, dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah.  Di Indonesia sendiri, kerugian akibat rayap bisa mencapai 224-238 milyard per tahun.  Untuk ukuran dunia pasti lebih besar dari nilai itu.  Sebagian besar rayap menyerang bangunan daripada pohon, seperti perumahan, perkantoran, pergudangan, dan gedung lainnya.

B. SIKLUS HIDUP RAYAP

Siklus hidup dan perilaku sebagian besar jenis rayap pada umumnya sama. Tetapi ada sedikit perbedaan dalam cara rayap hidup.  Hal ini disebabkan karena keragaman jenis rayap yang cukup tinggi dan penyebarannya yang cukup luas.  Berikut gambar siklus hidup rayap :

P 20190325 111210 1 1024x840 - Anti Rayap

Dari Gambar dapat dijelaskan siklus hidup rayap.  Ratu rayap akan bertelur dan telur jadi larva.  Dari larva dapat menjadi nimfa, rayap prajurit, dan rayap pekerja.  Nimfa dapat menjadi laron betina dan laron jantan. Nah laron betina ini yang akan menjadi ratu rayap sedangkan laron jantan akan menjadi raja rayap.

Dalam sikulus hidupnya, rayap mengalami metamorfosis bertahap tau gradual. Dari telur kemudian nimfa sampai menjadi dewasa.  Setelah menetes, nimfa akan menjadi dewasa melalui beberapa instar (bentuk di antara dua tahap perubahan). Perubahan yang gradual ini berakibat terhadap kesamaan bentuk badan secara umum, cara hidup, jenis makanan antara nimfa dan dewasa.  Tetapi nimfa yang memiliki tunas, sayapnya akan tumbuh sempurna pada instar terakhir ketika rayap telah mencapai dewasa.

Suatu koloni terbentuk dari perkawinan sepasang laron yang terbang keluar dari sarang induk.  Setelah berkopulasi (kawin), ratu akan bertelur yang jumlahnya dapat mencapai ribuan telur untuk membuat koloni rayap yang baru.  Telur rayap coptotermes akan menetas dalam waktu 8-11 hari setelah masa penetasan.  pada jenis rayap yang lain, telur dapat menetes 20-70 hari setelah masa penetasan.

C. JENIS KASTA DAN PENYEBARAN RAYAP

Koloni rayap yang merupakan jenis serangga sosial, terbagi 3 kasta  yang mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda. Kasta prajurit, kasta reproduktif (ratu dan raja rayap), dan kasta pekerja.  Kasta pekerja mendominasi 80-90% dari populasi koloni rayap.

Secara umum kasta prajurit mudah dikenali dari bentuk kepalanya. Kepala lebih besar dan ada japitnya.  Lihat ganbar di bawah :

P 20190325 111637 1024x576 - Anti Rayap

Dok. AgroMedia/Hadi Iswanto

Kasta prajurit bertugas menjaga koloni dari serangan musuh atau predator rayap seperti semut. Kasta ini ada yang jantan dan betina.

Kasta berikutnya adalah kasta reproduktif. Yang termasuk kasta ini yakni ratu rayap yang bertugas bertelur yang menghasilkan rayap baru.  Dan juga raja yang bertugas membuahi ratu rayap.  Berikut contoh gambar ratu rayap :

P 20190325 112434 2 1024x371 - Anti Rayap

Dok. AgroMedia/Hadi Iswanto

Selanjutnya kasta pekerja.  Cirinya adalah memiliki warna lebih pucat dan sedikit ada penebalan di bagian kepalanya.  Kasta ini bertugas memperbaiki sarang, memelihara ratu, telur, dan rayap muda serta mencari makan untuk semua penghuni koloni rayap.  Rayap pekerja inilah yang seringkali merusak kayu dan bangunan aset yang kita miliki. Rayap kasta ini juga bersifat kanibal yang makan satu sama lain yang lemah atau sudah mati demi kelangsungan hidup koloninya.

Rayap memiliki keragaman jenis yang tinggi.  Sampai saat ini telah tercatat lebih dari 2000 jenis rayap yang ada di dunia.  Rayap tersebut terbagi dalam 7 famili dan 200 genus (marga).  Setiap jenis rayap memiliki ciri dan khas tersendiri.  Hampir 10% dari keseluruhan rayap di dunia ada di Indonesia yakni ada 200 jenis yang terdiri dari 3 famili.  tetapi dari sekian banyak jenis yang ada di Indonesia, jenis rayap yang paling sering merusak kayu dan bangunan adalah jenis coptotermes. Berikut adalah gambar salah satu contoh jenis rayap pekerja :

P 20190325 112133 1024x576 - Anti Rayap

Dok. AgroMedia/Hadi Iswanto

Secara ilmiah baru ada 178 jenis yang berhasil di indentifikasi yakni 4 jenis rayap kayu kering, 166 jenis rayap kayu basah, dan 9 jenis rayap subteranean.  Khusus di Pulau Jawa di temukan sekitar 52 jenis rayap.  Dan ada jenis rayap endemik yang hanya di temukan di Indonesia.

Penyebaran jenis rayap sangat dipengaruhi curah hujan dan temperatur.  Hal ini menyebabkan rayap menjadi mudah ditemukan di dataran rendah tropis dan hanya sebagian kecil ditemukan di dataran tinggi. Dan ada jenis rayap yang dapat hidup di dataran yang sangat dingin seperti di pengunungan Amereka Latin dan Himalaya dengan ketinggiian 3.000 m DPL.  Ada juga yang mampu hidup yang beriklim panas seperti di India, Amerika Utara Karbia.

D. PERILAKU RAYAP

Hewan ini seperti semut yang hidup berkoloni dan membangun sarang yang cukup besar sebagai tempat hidupnya.  Sarang rayap bisa mencapai 3-4 meter seperti yang dijumpai di Taman Nasional Wasur Papua.  Rayap kasta pekerja memiliki mata buta.  Tetapi mampu membuat sarang yang besar dan kuat.  Pada dasarnya rayap serangga sosial di daerah tropis dan subtropis.  Dan di bawah ini contoh sarang rayap :

P 20190325 114045 576x1024 - Anti Rayap

Dok. AgroMedia/Hadi Iswanto

Makanan utama rayap adalah kayu atau bahan yang mengandung selulosa, seperti kertas, kardus, atau tisu.  rayap sebenarnya sangat berperan dalam sistem ekosistem kita yakni sebagai konsumen primer.  Rayap mampu memakan kayu yang mengandung selulosa sedangkan manusia tidak mampu mencerna bahan yang mengandung selulosa seperti bagian berkayu dari sayuran.  Tetapi rayap mampu mengurai dan menyerapnya.

Semua jenis rayap mampu memakan kayu dan bahan selulosa, namun perilaku makan setiap jenis rayap berbeda.  Inilah salah satu keunikan perilaku rayap.  Setelah diteliti, ternyata di bagian pencernaannya terdapat protozoa flagellata  yang berperan sebagai simbion dalam sistem pencernaan rayap yang mampu mengurai selulosa menjadi bahan yang dapat di serap rayap.  Berikut gambar kayu yang sudah lapuk di makan rayap :

P 20190325 113232 1024x576 - Anti Rayap

Dok. AgroMedia/Hadi Iswanto

Kesenangan rayap terhadap kayu dan bahan selulosa awalnya tidak berpengaruh terhadap kehidupan manusia.  Namun, saat habitat rayap terganggu seperti penebangan pohon hutan dan pembukaan lahan, sumber makanannya menjadi berkurang.  Oleh karenanya, rayap mulai merambah ke tempat permukiman dan perumahan.

Perilaku rayap apabila bertemu satu sama lainnya, rayap saling menjilat, mencium, atau saling menggosokkan tubuhya ke rayap lainnya ketika bertemu. Melalui cara ini rayap menyalurkan makanan, feromon, atau prozoa flagellata.  Karena ada perilaku seperti inilah pada akhirnya ditemukan cara pengendalian rayap dan pembasmian rayap yang efektif dengan cara pengumpanan rayap berbentuk tisu yang mengandung selulosa yang sudah ada obat rayapnya.  Rayap makan tisu dan dibawa ke sarangnya dan akan mati seluruh koloni rayap.  Berikut contoh umpan rayap tisu tersebut :

IMG 3561 resize 300x268 - Anti Rayap

Perilaku rayap lainnya adalah aktivitas jelajahnya untuk mencari sumber makanan. Jika kita perhatikan di bagian dalam sarang rayap akan di temukan lorong sempit yang berfungsi sebagai jalan untuk mencari makanannya. Ketika sedang menjelajah sumber makanannya, rayap cenderung menutup dirinya dengan lorong tanah karena rayap tidak senang dengan cahaya dan hidup di liang kembara.

Setiap jenis rayap memiliki perbedaan wilayah jelajah yang dipengaruhi oleh karakteristik rayap, kualitas habitat, dan kemampuan bergerak (mobilitas) rayap.  Semakin banyak sumber makanan di tempat hidupnya, wilayah jelajah rayap menjadi sempit dan sebaliknya.  Oleh karena itu tidak mengherankan jika rayap beraktivitas jauh dari sarang koloninya.  Di lapangan sering kita jumpai adanya serangan rayap di gedung bertingkat di lantai 30, padahal sarang rayap berada jauh di bawah gedung.

Pada musim hujan sering kita lihat laron beterbangan mendekati lampu.  Perilaku seperti ini merupakan pengaruh adanya perubahan di dalam sarang rayap.  Laron yang terbang secara acak dan berkelompok akan berusaha melepaskan sayapnya dengan jalan menggoyangkan tubuhnya dan menggerakkan sayap seperti mau terbang.  Ketika sayap sudah lepas, aktivitas kawin atau mencari pasangan akan dimulai.   Sering terlihat laron berjalan beriringan.  Laron betina (calon ratu) berjalan di depan dan laron jantan (calon raja) berjalan mengiringi laron betina.  Pasangan laron akan mencari tempat untuk membangun koloni baru (proses kopulasi awal).

Beberapa jenis rayap, melakukan kopulasi setelah 10-12 hari dan jenis coptotermes 1-3 hari.  Setelah kopulasi awal berjalan, ratu rayap mulai bertelur menghasilkan koloni-koloni baru.  Umumnya ratu rayap bisa mancapai 20 tahun bahkan bisa 50 tahun dibandingkan umur raja rayap.  Ukuran badan ratu rayap pun lebih besar dibandingkan raja rayap.

Nah demikian sekilas tentang rayap, jenis dan perilaku rayap.  Hewan serangga ini sangat merugikan kita untuk itu lindungi aset kita sebelum di serang rayap ganas ini.  Serangan rayap ini ibarat bom waktu yang setiap saat tanpa kita sadari dapat merusak apa saja yang terbuat dari bahan selolusa.  Mulailah pencegahan anti rayap sejak awal mulai membangun rumah dari pondasi.  Jangan menunggu aset kita dimakan dan ludes karenanya.

Untuk mengendalikan dan mengatasi rayap pilihlah obat yang memang efektif membasmi sampai ke sarang dan koloninya seperti umpan rayap tisu merek SPEKTA dari INDOPES.  Obat ini sudah terbukti berhasil dan di makan rayap.  Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi https://obatrayap.com

Apabila ingin konsultasi masalah rayap dan jasa anti rayap hubungi kami :

S U N A R T O

Tlp. / Fax : 021-59407920

 0817 849366 ( XL ),

0851 01564566 ( Telkomsel ),

WA = 0817849366

EMAIL = sunarto.indopes@gmail.com